Liputan Dutch TV Pro Tentang Dinar Dirham di Indonesia

AGUSRIDWANSOPARI.COM – Video courtesy the Dutch TV VPRO yang diunggah Peter Schiff Channel di Youtube pada tahun 2 Agustus 2010 lalu memotivasi saya untuk membagikannya kepada Anda. Liputan ini mengenai beberapa orang di Indonesia yang memutuskan untuk kembali ke Emas dan Perak sebagai alat tukar dan meninggalkan uang kertas.

Ditampilkan dalam liputan tersebut ada seorang yang memutuskan tidak lagi menyimpan uang di Bank, setelah apa yang dia rasa akan memudahkan transaksi malah merugikan dirinya.

Meski pada video ini diperlihatkan cuplikan bagaimana emas dicetak oleh PT. Logam Mulia (sebuah unit bisnis pemurnian logam PT ANTAM (persero), Tbk.) tapi liputan ini lebih mengetengahkan isu dari penggunaan emas Dinar dan perak Dirham di Indonesia dan perbandingan kelebihannya dengan penggunaan uang kertas.

There’s an equality of exchange. Equal to equal. Kata Zaim Saidi.

Ada kesetaraan dengan pertukaran. Sama dengan sama. Dengan kata lain: Ini hanya dapat dipenuhi dengan menukar komoditas dengan komoditas. Contohnya: Jika Anda ingin menjual kambing … maka Anda harus mendapatkan pertukaran yang memiliki nilai yang sama. Yaitu dengan emas atau perak, sebagai pertukaran yang terbaik.

Uang kertas tidak memberikan kesetaraan itu karena salah satu pihak kehilangan aset, katakanlah kambing dan pihak lain hanya mendapatkan selembar kertas yang tidak ADA nilainya.

Pertama kali kami mencetak koin dinar sembilan tahun lalu, hanya dihargai Rp 400.000,- tapi kini kita perlu Rp 1,5 jutaan (kurs tahun 2010) untuk sekeping dinar. Dan sekarang jika Anda berpergian ke seluruh dunia, Anda bisa membeli dua ekor kambing dengan satu keping dinar, sementara itu sekeping dirham perak untuk seekor ayam.

Beberapa orang mengatakan hal ini seperti cerita raja-raja yang mengenakan gaun baru. Semua orang berpura-pura raja mengenakan gaun yang indah. Tapi faktanya raja tidak memakai gaun apa-apa, sampai anak kecil berkata, “Lihat raja tidak memakai gaun apa pun”. Bisa kita katakan hal ini sebagai pembendaharaan yang tidak bernilai. sampai seseorang berkata, “Ini hanya sebatas lembaran kertas. Tidak ada nilainya.”

Jika Anda sobek kertas uang seratus ribu misalnya, apa yang terjadi? Uangnya jadi hilang?! Jika Anda tempel selotip di kertas uang sobek itu maka Rp 100.000 bisa kembali! Itu sihir, hanya sekadar menyelotipnya orang-orang akan menerima uang tersebut. Tapi dengan dinar dan dirham, nyata barangnya, nyata nilainya.

Yang cari desainer grafis yahud silakan follow, terima dinar dirham@kangaridh

— Zaim Saidi (@ZaimSaidi) March 7, 2013

 

Sistem keuangan saat ini diberikan kepada kita sebagai satu-satunya sistem yang ada. Sistem sekarang tidak hanya berkelanjutan tapi runtuh (kolaps)! Jadi kita perlu menyiapkan diri dengan sistem yang lain yang berkelanjutan dan lebih stabil. Mencari sistem alternatif dan kami mendapatkannya, dinar dirham. http://agusridwansopari.com

Dalam Islam, Anda harus mencegah kekayaan berada ditangan segelintir orang tertentu saja. Dan kekayaan real saat ini yaitu mempunyai emas dan perak hanya berada pada orang-orang kaya saja. Sementara masyarakat kebanyakan bekerja keras untuk mendapatkan uang kertas yang tidak sama nilainya.

Apa yang kita lakukan adalah membalikkan prosesnya, kami mengembalikan uang kertas ke bank dan mengumpulkan emas lalu meletakkannya ke tangan masyarakat. Sehingga masyarakat mempunyai kekayaan yang nyata ditangan mereka.

[slogan align=”center”]Dinar dan dirham bukanlah revolusi, tapi mengembalikan fitrah manusia untuk bebas memilih dan berkeadilan.[/slogan]

Koin dinar emas, meski belum terukur pasti, selama 10 tahun terakhir (hingga tahun 2010) telah didistribusikan sebanyak 50.000 keping.

Perlu desain branding utk usaha Anda? Tentu saja ada ahlinya di #JAWARADinar >> follow @aridhconsulting .Menerima pembayaran dg #DinarDirham

— JAWARA Muamalah (@jawaradinar) 6 Mei 2013

 

Pengunggah video Dutch TV Pro tersebut adalah Peter Schiff, diketahui dari blognya ia adalah komentator ekonomi yang sering muncul di CNBC, TechTicker dan FoxNews. Kutipannya yang saya sukai adalah uang cerdas adalah membeli emas, uang bodoh adalah membeli harta benda.

The smart money is buying Gold the Dumb money is buying treasuries .
Peter Schiff

[info] Anda bisa menukarkan uang dengan emas Dinar dan perak Dirham di Wakala Gemilang, wilayah Lembang & Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Hubungi saya atau ybhr.or.id[/info]

Salam sesahabat, Agus Ridwan Sopari

One thought on “Liputan Dutch TV Pro Tentang Dinar Dirham di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *